14 Nov 2016
Filled Under: Berita, blog
IPM.OR.ID, Samarinda - Pasca-Pembukaan Muktamar XX IPM, Senin (14/11), Alumni IPM berhimpun dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alumni IPM. Agenda Silatnas tersebut dilaksanakan di Samarinda Convention Hall, Sempaja, Kota Samarinda dan diikuti sekitar 30 alumni yang saat ini berada di tingkat pusat pada struktur Persyarikatan Muhammadiyah atau Ortom Muhammadiyah dengan Alumni IPM yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
Silatnas dihadiri beberapa tokoh, antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Bupati Penajam Paser Utara. Silatnas secara umum membahas tantangan IPM dan alumninya yang secara organisasi maupun secara individu, di era media sosial, kadang mampu menggoyahkan semangat sami'na wa 'atho'na dalam ber-Muhammadiyah.
Haedar Nashir ketika menyampaikan tentang hubungan alumni dengan IPM menegaskan untuk menjaga agar kader IPM menjadi kader yang adaptif. "Ketika masuk dalam cakupan Persyarikatan Muhammadiyah, akan memerlukan adaptasi karena kader Muhammadiyah tak hanya berasal dari IPM. Bahkan juga memungkinkan kader Muhammadiyah berasal dari organisasi lain non-Ortom Muhammadiyah," ungkap Haedar yang pernah menjadi PP IPM Periode 1983-1986. (nab)
Haedar Nashir : Alumni Harus Adaptif
Socialize It →
|
|
IPM.OR.ID, Samarinda - Pasca-Pembukaan Muktamar XX IPM, Senin (14/11), Alumni IPM berhimpun dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alumni IPM. Agenda Silatnas tersebut dilaksanakan di Samarinda Convention Hall, Sempaja, Kota Samarinda dan diikuti sekitar 30 alumni yang saat ini berada di tingkat pusat pada struktur Persyarikatan Muhammadiyah atau Ortom Muhammadiyah dengan Alumni IPM yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
Silatnas dihadiri beberapa tokoh, antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Bupati Penajam Paser Utara. Silatnas secara umum membahas tantangan IPM dan alumninya yang secara organisasi maupun secara individu, di era media sosial, kadang mampu menggoyahkan semangat sami'na wa 'atho'na dalam ber-Muhammadiyah.
Haedar Nashir ketika menyampaikan tentang hubungan alumni dengan IPM menegaskan untuk menjaga agar kader IPM menjadi kader yang adaptif. "Ketika masuk dalam cakupan Persyarikatan Muhammadiyah, akan memerlukan adaptasi karena kader Muhammadiyah tak hanya berasal dari IPM. Bahkan juga memungkinkan kader Muhammadiyah berasal dari organisasi lain non-Ortom Muhammadiyah," ungkap Haedar yang pernah menjadi PP IPM Periode 1983-1986. (nab)
Popular Posts
-
IPM.OR.ID, SUMATERA UTARA - Dalam rangka transparansi, pada 21 Oktober 2017 lalu telah diadakan agenda Sosialisasi Sistem Keuangan &...
-
Muktamar ke-47 Muhammadiyah telah ditutup. Hasilnya, forum Muktamar merekomendasikan 13 hal untuk ditindakla...
-
Jakarta - 10 Desember hari ini, tugas Busyro Muqoddas sebagai pimpinan KPK berakhir. Genap empat tahun Busyro berdinas di KPK. Ma...
Popular Posts
-
IPM.OR.ID, SUMATERA UTARA - Dalam rangka transparansi, pada 21 Oktober 2017 lalu telah diadakan agenda Sosialisasi Sistem Keuangan &...
-
Oase di Great Wall, China Yogyakarta - 18 Agustus lalu, salah seorang siswi kelas XI Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Oas...
-
Khoirunnisa Febriyanti memegang kresek dalam acara baksos IPM
-
ipm.or.id —Menyambut tahun ajaran baru 2016/2017, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah menerbitkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan ...
