6 May 2017
Filled Under: Berita, blog
Tangerang Selatan, IPM.OR.ID - Pasca Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2017, dilaksanakan Seminar Kebangsaan oleh MPR RI. Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher, bertindak sebagai pemateri untuk menyampaikan paparan tentang kebangsaan dan kehidupan berMuhammadiyah.
Terkait nasionalisme Ali Taher menyatakan, "Pengalaman beberapa waktu terakhir memberi gambaran bahwa nasionalisme kita sangat kokoh dan didukung spiritualisme yang kuat." Padahal, Ali melanjutkan, Indonesia memiliki wilayah yang begitu besar, "Indonesia sangat luas. Sebagai bandingan jika Pulau Weh diletakkan di London, Inggris, maka jika ditarik garis lurus Merauke akan terletak di Teheran, Iran," tandas Ali Taher.
Ali Taher, walaupun menjadi anggota dewan, namun menegaskan diri dan lebih dikenal sebagai mubaligh, bukan politikus. Terutama dalam penutup pidato, beliau selalu menggunakan "Nuun walqolami wamaa yasthuruun" --semboyan khas IPM. Kebiasaan tersebut menjadi awal menyusun strategi dakwah Muhammadiyah dengan platform politik yang berbeda-beda, melalui jaringan alumni-alumni IPM yang berkarir dalam perpolitikan dan tergugah jiwa kadernya melalui semboyan IPM yang selalu didengungkan tersebut.
Beliau juga berkeyakinan bahwa Muhammadiyah perlu memperhatikan politik, seraya menyadur kutipan dari KH AR Fakhruddin, "Muhammadiyah tidak berpolitik, tapi harus paham politik agar tidak menjadi korban kebijakan yang buruk dalam politik." (nab)
Ali Taher : Muhammadiyah Tidak Berpolitik, Tapi Harus Paham Politik
Socialize It →
|
|
Tangerang Selatan, IPM.OR.ID - Pasca Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2017, dilaksanakan Seminar Kebangsaan oleh MPR RI. Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher, bertindak sebagai pemateri untuk menyampaikan paparan tentang kebangsaan dan kehidupan berMuhammadiyah.
Terkait nasionalisme Ali Taher menyatakan, "Pengalaman beberapa waktu terakhir memberi gambaran bahwa nasionalisme kita sangat kokoh dan didukung spiritualisme yang kuat." Padahal, Ali melanjutkan, Indonesia memiliki wilayah yang begitu besar, "Indonesia sangat luas. Sebagai bandingan jika Pulau Weh diletakkan di London, Inggris, maka jika ditarik garis lurus Merauke akan terletak di Teheran, Iran," tandas Ali Taher.
Ali Taher, walaupun menjadi anggota dewan, namun menegaskan diri dan lebih dikenal sebagai mubaligh, bukan politikus. Terutama dalam penutup pidato, beliau selalu menggunakan "Nuun walqolami wamaa yasthuruun" --semboyan khas IPM. Kebiasaan tersebut menjadi awal menyusun strategi dakwah Muhammadiyah dengan platform politik yang berbeda-beda, melalui jaringan alumni-alumni IPM yang berkarir dalam perpolitikan dan tergugah jiwa kadernya melalui semboyan IPM yang selalu didengungkan tersebut.
Beliau juga berkeyakinan bahwa Muhammadiyah perlu memperhatikan politik, seraya menyadur kutipan dari KH AR Fakhruddin, "Muhammadiyah tidak berpolitik, tapi harus paham politik agar tidak menjadi korban kebijakan yang buruk dalam politik." (nab)
Popular Posts
-
IPM.OR.ID, SUMATERA UTARA - Dalam rangka transparansi, pada 21 Oktober 2017 lalu telah diadakan agenda Sosialisasi Sistem Keuangan &...
-
Jakarta - 10 Desember hari ini, tugas Busyro Muqoddas sebagai pimpinan KPK berakhir. Genap empat tahun Busyro berdinas di KPK. Ma...
Popular Posts
-
Oleh: Azaki Khoirudin Pada tanggal 18 Juli 2016 hari ini, Ikatan Pelajar Muhammadyah (IPM) genap berusia 55 tahun Miladiyah. Usia yang ...
-
Rangkasbitung - Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa atau FORTASI SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Rangkasbitung mengundang banyak perhatian ...
-
Surabaya . Penghargaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) terbaik nasional kembali diraih Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pada a...
-
Surabaya – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) mengadakan Konfrensi Pimpinan Wilayah (Konpiwil) tahun 2016....
-
Oleh: Fauzan Anwar Sandiah Matahari menembus langit dengan awan yang hanya bergaris tipis-tipis saja. Siang itu, saya harus berangka...
-
Perkaderan, adalah komponen penting dalam sebuah organisasi kader. Organisasi yang saat ini masih konsen dalam meregenerasi kader ada...
